Blog No Sidebar

Jasa Aqiqah Bekasi

Jasa Aqiqah Bekasi. Warung Aqiqah Siap membantu anda untuk memberikan paket aqiqah dengan layanan terbaik untuk buah hati anda. Aqiqah mudah sesuai sunah.

Laksanakan aqiqah pada hari ketujuh setelah lahiran. Jika tidak bisa anda bisa memilih opsi dihari ke 14 21 dan seterusnya setelah kelahiran. JasaAqiqah Bekasi siap membantu tasyakuran aqiqah buah hati anda.

AQIQAH ADALAH IBADAH, KAMI MENGERTI UNTUK IBADAH HARUS DENGAN CARA YANG BAIK SESUAI TUNTUNAN

Syarat kambing aqiqah di JasaAqiqah Bekasi

“Janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah, Kecuali jika terasa sulit bagi kalian, maka sembelihlah Jadza`ah dari domba.” ( HR. Muslim no. 1963)

Ringkasnya , ketentuan umur hewan aqiqah yang pas untuk aqiqah Kambing 1 tahun & Domba Minimal Umur 6 bulan.

Jasa Aqiqah Bekasi menyediakan kambing aqiqah sampai pengolahan. MAU AQIQAH SPESIAL DIHARI KETUJUH

Pengertian, Hukum, Keutamaan Aqiqah dan Ketentuannya

Keutamaan aqiqah bisa menjadi salah satu alasan mengapa kita harus menyegerakan aqiqah dan tidak boleh melupakannya. Istilah aqiqah pasti sudah sering Anda dengar ketika ada bayi muslim yang baru dilahirkan. Bahkan, bukan hanya untuk bayi, aqiqah juga sering diadakan untuk mereka yang sudah dewasa karena sedari kecil belum pernah di-aqiqah-kan.

Aqiqah seringkali dijadikan sebagai bukti akan rasa syukur orang tua atas kehadiran buah hati mereka. Seperti yang kita tahu, kehadiran seorang anak merupakan anugerah terbesar yang diberikan kepada orang tua. Sebagai ungkapan rasa syukur ini, tentu kita harus melakukan tata cara yang sudah diajarkan oleh para nabi terdahulu. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menyimak bersama ulasan ini.

Pengertian dari Aqiqah

Aqiqah berasal dari bahasa Arab yang artinya memotong atau hewan sembelihan. Pemahaman arti dari istilah aqiqah berbeda-beda pada beberapa kalangan ulama. Ada pendapat yang mengatakan bahwa aqiqah merupakan proses mencukur rambut bayi yang baru lahir pada hari ketujuh (7), keempat belas (14) atau kedua puluh satu (21) setelah kelahiran bayi tersebut.

Hal ini tentu menjadi keutamaan aqiqah, mengapa harus disegerakan pada waktu tersebut. Pada pelaksanaan aqiqah, akan diadakan penyembelihan hewan dan mencukur rambut si bayi untuk pertama kalinya pada waktu-waktu terbaik, yaitu pada hari ketujuh, empat belas dan dua puluh satu setelah kelahiran. Nantinya, hewan yang digunakan dalam pelaksanaan ini adalah kambing.

Jumlah kambing yang harus disembelih dalam aqiqah, tergantung dengan jenis kelamin sang buah hati. Apabila anak Anda laki-laki, maka dianjurkan untuk menyembelih dua ekor kambing atau domba, sedangkan jika anak Anda perempuan, maka hanya menyembelih satu ekor saja. Hal ini berkaitan dengan tanggung jawab seorang laki-laki yang lebih berat dan banyak dibandingkan seorang perempuan.

Mengetahui pengertiannya saja dirasa tidak cukup. Masih banyak hal lain berkaitan dengan aqiqah yang harus kita pahami bersama sebelum melaksanakan acara aqiqah untuk buah hati. Selain itu, penting juga untuk mempelajari apa saja keutamaan aqiqah, sehingga kita lebih bersemangat dalam pelaksanaannya. Maka dari itu, mari kita lanjutkan pembahasan kali ini.

Hukum Aqiqah Menurut Islam

Sebelum menuju keutamaannya, penting untuk mengetahui hukum aqiqah menurut Islam. Di sini, ada perbedaan mengenai hukum dari aqiqah, namun Anda bisa menggunakan pendapat mana yang lebih dipercaya dan yakini untuk diikuti. Hukum pertama mengatakan bahwa aqiqah antara sunnah dan wajib. Selama seseorang memiliki kemampuan untuk melaksanakan aqiqah, menyegerakan aqiqah merupakan pilihan bijak.

Pendapat kedua berdasarkan hadist yang shohih mengatakan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah muakkad. Beberapa ulama juga menyampaikan bahwa aqiqah diartikan sebagai penebus atau pertanda terlepasnya bayi dari kekangan jin yang menyertainya sewaktu lahir. Hal ini juga menjadi keutamaan aqiqah mengapa penting untuk dilakukan pada waktu dan ketentuan yang seharusnya.

Pendapat lainnya mengatakan jika aqiqah sunnah ditunaikan untuk anak. Setiap umat muslim tentu mengetahui amalan aqiqah yang sunnah ini, karena sudah menjadi tradisi bagi umat muslim di seluruh penjuru dunia untuk menunaikannya. Amalan sunnah ini sudah dilakukan sejak zaman dulu hingga sekarang. Bahkan menjadi amalan yang tidak akan punah seiring berjalannya waktu.

Selain itu, ada beberapa muslim yang mewajibkan kita untuk melaksanakan aqiqah sebagai cara untuk menyambut kehadiran buah hati, karena hal ini penting untuk dilakukan. Apalagi jika orang tua si bayi memiliki kemampuan untuk melaksanakan aqiqah. Ketika orang tua memiliki kemampuan dalam segi finansial, maka melaksanakan aqiqah menjadi wajib berdasarkan keutamaan aqiqah yang satu ini.

Keutamaan Aqiqah dalam Islam

Dalam setiap amalan, pasti memiliki keutamaan tersendiri yang membuat kita terdorong untuk melakukannya, begitu juga dengan aqiqah. Keutamaan pertama adalah mendapatkan pahala karena menunaikan sunnah Rosul. Sebagai umat Rasulullah, tentu kita harus berupaya untuk melaksanakan sunnah-sunnah yang telah diajarkan, termasuk dalam melaksanakan amalan aqiqah ini.

Aqiqah juga dapat meningkatkan ibadah kita kepada Allah karena dalam pelaksanaannya, biasanya disertai dengan pembacaan yasin dan tahlil, Al-Quran 30 juz dan doa-doa lainnya. Selain itu, biasanya ada penceramah yang mengisi acara sehingga bisa menjadi ladang pahala bagi kita dan orang lain. Rasa cinta sosial sesama muslim juga akan meningkat karena dalam pelaksanaan aqiqah, kita saling membantu.

Keutamaan aqiqah yang lain adalah menghilangkan penyakit dan kotoran yang ada dalam hati maupun pikiran. Pada pelaksanaannya, ada sesi dimana rambut bayi akan dicukur dengan niat menghilangkan penyakit dan kotoran. Meskipun bayi masih bersih dan suci, tapi tetap saja penyakit dan kotoran tersebut harus dihilangkan agar kelak menjadi anak yang sholeh atau sholehah.

Mengadakan aqiqah juga menjadi cara untuk memberikan doa bagi sang bayi. Apalagi jika Anda mengundang para tamu atau melibatkan sejumlah orang dalam pelaksanaannya. Maka akan lebih banyak orang yang mendoakan si kecil. Semakin banyak orang yang mendoakan si kecil dengan tulus, diharapkan bisa menjadi jalan agar bayi kelak menjadi pribadi yang baik dan patuh pada ajaran agama.

Ketentuan Aqiqah Menurut Islam

Setelah mengetahui keutamaan aqiqah, Anda juga harus memahami bagaimana ketentuan yang benar dalam melaksanakan aqiqah. Pertama adalah waktu yang disunnahkan, yaitu hari ketujuh, empat belas dan dua puluh satu sejak kelahiran. Anda bisa memilih waktu terbaik tersebut untuk mengadakan aqiqah untuk buah hati.

Hewan yang bisa digunakan dalam pelaksanaan aqiqah ini adalah kambing atau domba, baik jantan atau pun betina. Kemudian, untuk jumlah binatang untuk aqiqah anak laki-laki adalah dua kambing dan untuk anak perempuan adalah satu kambing. Pastikan jika kambing tersebut dalam kondisi sehat dan layak untuk diolah.

Dalam pelaksanaannya, disunnah bagi orang tua untuk mencukur rambut anak untuk pertama kali. Hal ini bertujuan agar bayi tersebut bisa tumbuh menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Kemudian, untuk daging yang dimasak. Bisa dibagikan apabila sudah matang. Anda bisa membagikan kepada tetangga, kerabat atau orang lain yang membutuhkan. Jadikan aqiqah ini sebagai amalan dan doa terbaik untuk buah hati setelah kelahirannya.

Itulah tadi ulasan mengenai pengertian aqiqah, hukum, keutamaan dan ketentuan dalam pelaksanaan aqiqah. Bagi Anda yang baru saja memiliki buah hati dan memiliki kemampuan untuk mengadakan amalan ini, kenapa tidak dilakukan? Apalagi dengan beberapa keutamaan aqiqah yang akan Anda dapatkan.

 

Tata Cara Pelaksanaan Aqiqah yang Wajib Anda Ketahui

Amalan aqiqah sebenarnya sudah sering dilakukan, tapi apakah Anda yakin bahwa tata cara pelaksanaan aqiqah sudah sesuai dengan ajaran? Dalam melakukan ibadah atau suatu amalan, tentu ada beberapa hal yang harus diperhatikan, termasuk tata cara pelaksanaannya. Aqiqah bukan sekadar memotong kambing dan membagikannya, tapi ada hal lain yang harus kita pelajari bersama.

Islam merupakan agama yang mengatur umatnya di segala sisi jadi segala sesuatunya memiliki aturan tersendiri yang harus kita ikuti sesuai ajaran. Sebelum Anda melangsungkan acara aqiqah, sangat disarankan untuk menyimak ulasan berikut ini. Sehingga kita tahu bagaimana pelaksanaan aqiqah sesuai dengan syariat agama dan berikut ulasannya.

Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Ada beberapa waktu yang dianjurkan dalam tata cara pelaksanaan aqiqah. Waktu ketujuh setelah kelahiran inilah yang paling diutamakan bagi para orang tua untuk melaksanakan aqiqah. Selain pencukuran kambing atau domba sebagai hewan aqiqah, acara ini biasanya dibarengi dengan pencukuran rambut dan pemberian nama bayi.

Ulama golongan Malikiyah menyampaikan jika orang tua tidak melaksanakan aqiqah anaknya hingga lebih dari tujuh hari setelah kelahirannya, maka tanggung jawab aqiqah sudah gugur. Artinya, golongan ini percaya bahwa aqiqah hanya boleh dilakukan di hari ketujuh setelah kelahiran saja. Sehingga Anda harus segera melangsungkan aqiqah, apalagi jika memiliki kemampuan secara finansial.

Berbeda dengan ulama golongan Hambali yang berpendapat bahwa waktu pelaksanaan aqiqah bisa dilakukan pada hari ketujuh, keempat belas atau kedua puluh satu setelah kelahiran. Jadi, setelah tujuh hari kelahiran, Anda masih bisa melangsungkan aqiqah sesuai dengan syariat agama karena mungkin pada hari ketujuh, orang tua masih belum bisa melakukan aqiqah sehingga bisa diundur hingga hari keempat belas atau kedua puluh satu.

Dalam tata cara pelaksanaan aqiqah, waktu sebelum anak baligh juga dianut oleh banyak orang. Pendapat dari ulama Syafi’iyah ini mengatakan jika aqiqah bisa dilakukan kapan saja sebelum anak baligh. Jadi, setelah anak baligh, barulah tanggung jawab orang tua untuk melaksanakan aqiqah untuk anaknya sudah gugur.

Jenis dan Syarat Hewan yang Disembelih

Tidak semua jenis hewan bisa digunakan untuk melangsungkan acara aqiqah. Pada dasarnya, hewan yang bisa digunakan dalam aqiqah adalah hewan ternak, yaitu kambing atau domba. Dalam masyarakat kita, hewan kambing mungkin lebih sering digunakan dalam acara aqiqah karena memang lebih mudah dijumpai. Apapun itu, pemilihan hewan harus sesuai dengan ketentuan yang sudah ada.

Tata cara pelaksanaan aqiqah tidak mewajibkan satu jenis kelamin hewan yang bisa disembelih jadi hewan jantan maupun betina bisa digunakan dalam aqiqah. Selain itu, ada beberapa syarat lain yang harus Anda perhatikan ketika memilih hewan untuk aqiqah. Dengan mengikuti ketentuan ini, Anda bisa mendapatkan hewan sesuai dengan anjuran.

Anda bisa memilih hewan betina maupun jantan. Hewan yang dipilih harus memilih jasmani yang sehat jadi tidak boleh cacat. Banyak kambing atau domba yang bisa kita jumpai, sehingga tidak sulit untuk menemukan hewan yang sehat secara jasmani. Selain itu, Anda tidak boleh menyembelih hewan curian. Jadi, pastikan bahwa Anda mendapatkan hewan aqiqah ini dengan cara yang halal.

Jika Anda memilih hewan domba untuk disembelih, pilihlah hewan yang berusia minimal 6 bulan atau memasuki tahun ketujuh. Sedangkan untuk kambing, disarankan untuk memilih hewan yang berusia minimal 1 tahun atau memasuki tahun kedua. Jika Anda tidak bisa mengetahui usianya, Anda bisa bertanya kepada penjual agar tata cara pelaksanaan aqiqah dapat terlaksana dengan benar.

Jumlah Hewan yang Disembelih

Setelah mengetahui syarat hewan yang bisa digunakan dalam aqiqah, tentu Anda harus tahu berapa jumlah hewan yang dibutuhkan untuk acara ini. Anak laki-laki dan perempuan nantinya memiliki tanggung jawab yang berbeda, di mana anak laki-laki memiliki tanggung jawab yang lebih besar dan banyak dibanding perempuan. Hal inilah yang membuat jumlah hewan aqiqah untuk laki-laki dan perempuan pun berbeda.

Bagi Anda yang memiliki anak laki-laki, maka dianjurkan untuk menyembelih dua ekor kambing atau domba. Sedangkan, untuk perempuan, hanya disarankan satu ekor kambing atau domba saja. Pastikan jika Anda sudah menyediakan hewan sembelih dengan jumlah sesuai dengan tata cara pelaksanaan aqiqah yang benar.

Jadi, bagi Anda yang memiliki dua anak laki-laki kembar, maka dibutuhkan empat hewan kambing atau domba untuk disembelih, karena masing-masing anak membutuhkan dua hewan untuk disembelih. Begitu juga jika Anda memiliki dua anak kembar perempuan, maka hewan yang harus disembelih adalah sebanyak dua ekor.

Hitungan hewan yang disembelih bukan pada jumlah acara, tetapi jumlah anak yang di-aqiqah-kan. Dengan keutamaan dan hikmah aqiqah, pastikan bahwa Anda telah melakukan tata cara pelaksanaan aqiqah sesuai dengan ajaran, agar anak Anda bisa menjadi anak yang sholeh dan sholehah nantinya.

Hidangan Aqiqah yang Dibagikan

Anda pasti pernah mendapatkan hidangan aqiqah dari kerabat atau tetangga yang melangsungkan acara aqiqah untuk anaknya. Hidangan ini diberikan dalam bentuk masalah yang sudah matang, karena memang inilah pelaksanaan aqiqah yang benar. Jadi, daging kambing atau domba yang sudah disembelih nantinya akan diolah menjadi hidangan siap santap.

Apabila sudah matang, barulah makanan tersebut yang akan dibagikan kepada orang lain, khususnya kerabat dan tetangga. Hal ini bertujuan agar mereka yang menerima hidangan aqiqah tidak kerepotan lagi untuk mengolahnya. Kebaikan dan rasa syukur atas kenikmatan tersebut pun akan bertambah. Kerabat, tetangga dan orang yang menerimanya akan merasa senang saat menyantap hidangan tersebut.

Untuk jenis masakannya pun bisa beragam, jadi tidak ada kewajiban untuk membuatnya gule, sate atau menu masakan lainnya. Tapi, kebanyakan daging kambing atau domba dari aqiqah biasanya diolah menjadi gule atau sate yang lezat. Meskipun yang dianjurkan adalah masakan olahan daging, biasanya ada makanan yang disertakan, seperti nasi, lauk pauk, hingga buah. Jadikanlah hal ini sebagai amalan baik untuk kita, anak dan orang lain.

Itulah tadi informasi mengenai pelaksanaan aqiqah yang baik dan benar sesuai ajaran agama. Melaksanakan suatu amalan tanpa mengetahui tata cara pelaksanaan yang tepat akan membuat amalan tersebut kurang maksimal. Oleh karena itu, pastikan Anda sudah memahami setiap ajaran aqiqah, termasuk tata cara pelaksanaan aqiqah sebelum melaksanakannya.

 

Hukum Pelaksanaan Aqiqah untuk Anak pada Kondisi Tertentu

Memahami hukum pelaksanaan aqiqah sangatlah penting untuk dilakukan. Sebagian besar dari kita mungkin sudah mengetahui bahwa aqiqah dianjurkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh, keempat belas atau kedua puluh satu setelah kelahiran, meskipun ada pendapat lain mengenai hal tersebut. Mengadakan aqiqah merupakan salah satu bentuk ungkapan rasa syukur kita sebagai orang tua atas kehadiran buah hati yang begitu didambakan.

Banyak keutamaan dan hikmah yang akan didapatkan apabila kita melangsungkan aqiqah, apalagi pada waktu-waktu terbaiknya, yaitu tujuh hari, empat belas atau dua puluh satu setelah kelahiran. Namun, ada beberapa kondisi yang terkadang membuat aqiqah harus tertunda atau bahkan sang anak sudah meninggal.

Dengan kondisi khusus tersebut, pasti kita bingung bagaimana hukum pelaksanaan aqiqah selanjutnya. Dalam kondisi seperti ini pun, banyak ulama yang telah membahasnya agar bisa menjadi bahan pertimbangan untuk melangsungkan aqiqah atau tidak. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menyimak bersama bagaimana hukum aqiqah untuk berbagai kondisi khusus.

Hukum Aqiqah ketika Dewasa

Pada dasarnya, aqiqah dianjurkan untuk dilaksanakan pada waktu-waktu terbaiknya, yaitu hari ketujuh, empat belas dan dua puluh satu sejak bayi lahir. Namun, ada beberapa kondisi yang terkadang membuat orang tua tidak bisa melangsungkan aqiqah dalam waktu tersebut. Bahkan, sampai sang anak melewati masa baligh, orang tua belum mampu melaksanakan aqiqah.

Kondisi ekonomi biasanya menjadi alasan utama mengapa aqiqah tak kunjung dilakukan. Apabila kondisi ekonomi orang tua membaik ketika anak sudah dewasa, lantas apakah masih bisa diadakan aqiqah untuk sang buah hati, meski ia sudah dewasa? Pada umumnya, hukum pelaksanaan aqiqah adalah sunnah muakad sehingga jika memang kondisi baru memungkinkan, aqiqah masih dibolehkan.

Kebanyakan ulama mazhab Hambali berpendapat jika seseorang belum diaqiqahi ketika masih kecil, maka aqiqah masih bisa dan boleh dilaksanakan ketika anak tersebut sudah dewasa. Hukum aqiqah tetap sunah, meski itu sudah dewasa atau tua sekali pun. Jadi, apabila kondisi sudah memungkinkan dan mampu, maka segerakan untuk melakukan aqiqah.

Bahkan, beberapa ulama mengatakan bahwa waktu aqiqah tidak ada batasnya. Untuk waktu tujuh hari, empat belas dan dua puluh satu hanyalah waktu terbaik, bukan hukum pelaksanaan aqiqah yang mewajibkan. Terlepas dari waktu tersebut, sebenarnya kita masih bisa melakukan aqiqah kapan saja jika memang belum pernah diaqiqahi ketika masih kecil. Hanya saja, kita harus menyegerakannya.

Hukum Aqiqah untuk Anak yang Sudah Meninggal

Kehadiran seorang anak adalah anugerah yang paling membahagiakan sebagai orang tua. Sayangnya, beberapa dari kita mungkin harus mengalami kesedihan karena anak yang dilahirkan tidak berumur panjang karena kematian bisa menghampiri siapa saja, tak pandang usia. Dalam kondisi ini, sebagian dari kita mungkin belum sempat mengadakan aqiqah untuk anak. Tapi, apakah aqiqah masih diperbolehkan jika anak sudah meninggal?

Pendapat pertama mengenai aqiqah dalam kondisi ini adalah pendapat yang paling sahih, mengatakan bahwa tetap disunahkan untuk melangsungkan aqiqah, meskipun anak sudah meninggal. Sedangkan, pendapat kedua mengatakan jika tanggung jawab tersebut sudah gugur atau sudah tidak disunnahkan.

Sebagian besar ulama fiqih sependapat bahwa sebab pelaksanaan aqiqah adalah kelahiran anak. Jadi, meskipun sudah meninggal, kelahiran anak tetap ada sehingga tidak menggugurkan hukum sunah dari melakukan aqiqah untuk sang anak. Selain itu, aqiqah ini dilakukan agar kelak sang anak bisa memberikan syafaat pada orang tua, karena sudah melangsungkan aqiqah dan mendoakannya.

Jadi, tidak ada salahnya jika Anda tetap melangsungkan aqiqah untuk buah hati, meskipun sudah meninggal dunia. Hal ini dikarenakan banyak keutamaan atau hikmah yang akan didapatkan dari pelaksanaan aqiqah. Hukum pelaksanaan aqiqah pun tidak berubah meski anak sudah meninggal. Anda pun bisa segera mempersiapkan aqiqah untuk buah hati yang sudah meninggal.

Hukum Meng-Aqiqahkan Diri Sendiri

Seperti yang sudah kita tahu bahwa hukum aqiqah adalah sunnah muakkad dan bapak atau ayah adalah orang yang diperintahkan. Jadi, seorang ibu atau anak itu sendiri tidak memiliki kewajiban untuk menunaikan aqiqah. Meski anak sudah baligh, hukum sunnah aqiqah masih belum gugur jika belum ditunaikan.

Apabila seorang bapak mampu untuk menunaikan aqiqah untuk anaknya, maka menyegerakan aqiqah adalah hal yang baik. Namun, ada kondisi yang terkadang membuat aqiqah belum terlaksana. Lantas, apakah kita bisa melakukan aqiqah untuk diri sendiri? Ada beberapa pendapat dengan pandangan yang berbeda, namun pendapat yang lebih kuat mengatakan hukum pelaksanaan aqiqah tetap dianjurkan.

Namun, ada juga ulama yang berpendapat bahwa tidak diwajibkan bagi kita untuk meng-aqiqahi diri sendiri jika selama masih kecil bapak belum meng-aqiqahkan kita. Perbedaan pendapat ini tentu menjadi bahan pertimbangan bagi kita, apakah ingin menunaikan aqiqah atau tidak.

Pada dasarnya, aqiqah memiliki keutamaan tersendiri sebagai suatu amalan. Apabila kondisi memungkinkan dan mampu, tidak apa jika menunaikan aqiqah untuk diri sendiri. Apalagi nantinya kita bisa berbagi makanan pada orang lain, menjalin silaturahmi dan meningkatkan ibadah kepada Allah. Jadi hukum pelaksanaan aqiqah masih diperbolehkan.

Hukum Qurban Sebelum Aqiqah

Jika kita tahu bagaimana sejarah atau pelaksanaan qurban dengan aqiqah, mungkin kita akan mengkaitkan keduanya. Sebenarnya, kedua amalan ini tidak memiliki keterkaitan sebab akibat sehingga tidak akan saling memengaruhi satu sama lain. Aqiqah merupakan tanggung jawab seorang bapak pada anaknya, sementara qurban merupakan tanggung jawab bagi setiap umat muslim.

Karena tidak ada kaitannya, maka kedua amalan ini berdiri masing-masing. Apabila seorang umat muslim memiliki kemampuan, maka diwajibkan untuk ber-qurban. Jadi tidak perlu memiliki anak atau seorang bapak yang melangsungkan qurban. Siapa saja yang mampu diperbolehkan, bahkan dianjurkan untuk menunaikannya.

Berbeda dengan aqiqah yang merupakan tanggung jawab seorang ayah kepada anaknya untuk menyembelikan kambing atau domba dengan jumlah dan syarat yang benar. Bahkan, aqiqah tidak memiliki batas waktu karena masih bisa dilakukan, bahkan hingga sudah dewasa. Namun, akan lebih baik jika aqiqah bisa segera dilaksanakan, terutama pada waktu terbaiknya.

Itulah tadi informasi mengenai beberapa kondisi yang masih menjadi pertanyaan bagi kita dalam melaksanakan aqiqah. Sebelum melangsungkannya, tentu Anda harus tahu dasar hukum dari pelaksanaan aqiqah tersebut, agar apa yang dilakukan tidak melenceng dari ajaran agama yang diajarkan. Oleh karena itu, penting untuk memahami hukum pelaksanaan aqiqah dan berbagai kondisi.

 

Keyword: hukum pelaksanaan aqiqah

Deskripsi: Hukum pelaksanaan aqiqah untuk setiap kondisi harus kita pahami dengan baik karena kita mungkin mengalami beberapa hal yang membuat hukum itu berubah.

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Seputar Pelaksanaan Aqiqah

Pelaksanaan aqiqah secara sederhana dapat diartikan sebagai penyembelihan hewan, sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran anggota keluarga baru. Setiap orang tua boleh melakukan aqiqah untuk anak-anaknya. Biasanya acara ini dilakukan dengan menyembelih hewan kambing serta mencukur rambut bayi tersebut. Aqiqah bisa dilakukan pada hari ke tujuh kelahiran sekaligus memberikan nama.

Setiap orang yang melakukan aqiqah bisa sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing. Bisa acara diadakan secara sederhana seperti menyembelih kambing dan makan bersama. Boleh juga dengan mengadakan pengajian dan syukuran besar untuk anaknya. Anda bisa memikirkan dengan matang acara aqiqah anak sesuai keinginan yang terpenting tidak membebani secara ekonomi.

Banyak sekali hal-hal yang harus diperhatikan ketika pelaksanaan aqiqah, Anda bisa menyembelih hewan sendiri atau menggunakan jasa penyedia daging aqiqah terutama di daerah Cikarang. Untuk lebih memahami apa saja hal-hal yang harus diperhatikan, Anda bisa membaca berbagai ulasan dibawah ini. Dengan begitu, diharapkan bisa mempersiapkan dengan baik acara aqiqah anak.

Memahami dan Mempelajari Secara Mendalam Tentang Aqiqah

Akikah atau yang dalam bahasa Arabnya Aqiqah adalah penyembelihan hewan dalam syariat Islam seperti kambing, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas kelahiran seorang bayi. Setiap bayi lahir diperbolehkan untuk diadakan aqiqah sesuai dengan kemampuan orang tuanya. Jika dirasa orang tua mampu pelaksanaan aqiqah bisa dilakukan segera mungkin.

Tahukah Anda dalam bahasa Arab, sebenarnya aqiqah mempunyai arti memutus atau melubangi. Hal ini memang benar karena dalam pelaksanaan acara aqiqah, hewan akan disembelih dan juga ada pemotongan rambut bayi. Jadi makna aqiqah secara syariat bisa dikatakan penyembelihan hewan yang dikurbankan, sebagai bentuk penebusan bayi baru dilahirkan.

Pelaksanaan aqiqah merupakan suatu bentuk ibadah kepada Allah untuk mencari ridha-Nya. Sehingga akan sangat baik jika segera dilakukan terutama pada hari ke 7 kelahiran bayi tersebut. Namun faktanya banyak orang tua yang belum mampu melaksanakan aqiqah pada hari ke 7, hal ini biasa terjadi karena faktor ekonomi dari orang tua.

Perlu diketahui bahwa penyembelihan hewan aqiqah tentu sangat berbeda dengan hewan kurban. Jadi Anda harus memahami dengan baik aturan-aturan maupun dasar-dasar melaksanakan aqiqah. Agar tidak terjadi masalah dan tetap sesuai dengan hukum-hukum Islam. Untuk membantu Anda semua informasi tentang aqiqah akan diuraikan dibawah ini secara sederhana agar mudah dipahami.

Dasar-dasar dan Hukum Dalam Melaksanakan Aqiqah Bagi Bayi

Pelaksanaan aqiqah merupakan hal sunnah atau bisa dibilang sebagai anjuran Nabi Rasulullah SAW. Hendaknya sebagai umat Muslim melaksanakan aqiqah meskipun hanya untuk yang mampu menyembelih hewan yaitu kambing. Namun bagi yang tidak mampu atau tidak memiliki harta berlebih maka hukumnya sunnah.

Hukum untuk hewan yang akan disembelih yaitu dari jumlah hewan untuk bayi laki-laki dan perempuan berbeda. Untuk bayi laki-laki yaitu dua hewan dan untuk perempuan satu hewan bisa kambing atau domba. Sementara hukum terkait waktu pelaksanaan acara aqiqah bisa dilakukan pada saat hari ke 7 bayi dilahirkan, ke 14, ke 21.

Syarat yang Harus Dipenuhi Oleh Orang Tuda Dalam Melaksanakan Aqiqah

  1. Laki-laki 2 ekor, perempuan 1 ekor

Bagi Anda yang ingin melaksanakan aqiqah untuk bayi yang baru lahir maka harus mengetahui syarat-syarat umumnya. Hal ini penting dilakukan mengingat pelaksanaan aqiqah adalah sebuah ibadah kepada Allah. Syarat aqiqah untuk bayi laki-laki haruslah dua ekor hewan, sedangkan untuk anak perempuan satu ekor hewan bisa domba atau kambing.

 

  1. Daging dibagikan sudah matang

Penyembelihan hewan untuk aqiqah berbeda dengan hewan kurban jadi pembagiannya juga berbeda. Jika daging hewan kurban akan dibagikan secara mentah, sedangkan daging hewan aqiqah dibagikan secara matang. Biasanya masyarakat membagikan daging aqiqah dibuat seperti nasi kotak. Daging akan dimasak sate dan gule kemudian ada nasi juga ditambah buah sebagai pelengkap.

 

  1. Tidak boleh mematahkan tulang hewan

Syarat yang harus dipenuhi ketika pelaksanaan aqiqah untuk bayi yaitu tidak boleh mematahkan tulang hewan pada saat menyembelih. Hal ini dipercaya demi kebaikan sang bayi dan bisa tumbuh dewasa dengan sempurna. Sehingga diharapkan untuk keselamatan anggota tubuh dan badan yang ada pada bayi tersebut.

 

  1. Hewan tidak cacat dan sudah cukup usia

Ketika Anda akan melaksanakan aqiqah sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran bayi di dalam keluarga. Maka harus memilih sendiri hewan yang akan disembelih untuk aqiqah. Anda harus benar-benar memastikan jika hewan baik domba atau kambing tidak cacat. Kemudian juga tidak boleh terlalu kurus atau terlihat tidak sehat dan cukup usianya.

Hal-Hal Lain yang Harus Dipertimbangkan Dalam Melaksanakan Aqiqah

  1. Pertimbangan dasar ekonomi

Dalam pelaksanaan aqiqah perlu banyak pertimbangan agar acara syukuran yang diinginkan bisa berjalan lancar. Pertimbangan yang utama tentu saja dari dasar ekonomi Anda dan keluarga. Jika dirasa mampu maka aqiqah bisa dilaksanakan pada hari ke-7 bayi dilahirkan. Begitupun dengan acara yang dilakukan bisa dibuat sederhana sesuai dengan keuangan Anda.

 

  1. Keputusan pembagian daging

Pembagian daging dari hasil menyembelih aqiqah haruslah dalam bentuk sudah dimasak. Pembagian daging diperbolehkan untuk disedekahkan sebagian kemudian sisanya dimakan bersama. Bisa juga Anda menyedekahkan semuanya kepada sesama, tetangga dan masyarakat. Namun biasanya acara aqiqah identik dengan mengumpulkan semua tetangga maupun saudara, untuk duduk bersama berdoa dan menikmati daging aqiqah.

 

  1. Tidak boleh patungan

Perlu Anda ketahui kalau pelaksanaan aqiqah sangat berbeda dengan penyembelihan daging kurban pada saat Idul Adha. Jadi hewan yang disembelih untuk aqiqah tidak boleh hasil patungan dari beberapa orang. Kalau hewan kurban boleh satu hewan untuk delapan orang. Baik satu atau dua hewan yang akan disembelih hanya untuk bayi tersebut.

 

  1. Teknis pelaksanaan acara aqiqah

Jika akan melaksanakan aqiqah perlu juga dipertimbangkan perihal penyembelihan hewan. Menyembelih hewan tentu membutuhkan tenaga dan tempat tersendiri. Saat ini banyak orang yang menginginkan cara lebih praktis dalam pelaksanaan acara aqiqah. Ada jasa penyedia daging aqiqah, jadi Anda bisa memilih hewan yang diinginkan nanti langsung dimasak jadi tidak perlu lagi repot.

Setiap orang tua yang memiliki bayi sebagai anggota keluarga baru pasti akan merasa sangat bersyukur. Sebagai umat Islam melaksanakan aqiqah merupakan ungkapan syukur atas pemberian rahmat berupa seorang bayi. Maka setiap orang tua disarankan untuk melaksanakan aqiqah pada setiap anaknya. Terkait pelaksanaan aqiqah sendiri bisa disesuaikan dengan kemampuan orang tua.

Setiap tahun ummat Islam di selurh dunia pasti akan merayakan Hari Raya Idhul Adha dimana ada kewajiban bagi yang mampu untuk menyembelih hewan kurban sesuai kemampuan masing-masing. Banyak yang baru pertama kali untuk melaksanakan kewajiban tersebut, ada yang membeli hewan berupa sapi dan ada pula yang memilih kambing.

bisnis-perdagangan-hewan-kurban-e1442118445345-300x167Sebenarnya banyak masyarakat di perkotaan yang mewakilkan prosesi penyembelihan hewan qurban hingga pembagian kepada orang yang berhak diwakilkan kepada organisasi atau badan tertentu yang dipercaya. Tapi sebagian lagi masyarakat kita merasa lebih baik kalau melakukannya sendiri dan itu semestinya yang patut dilakukan agar makin khusuk berqurbannya. Dalam membeli hewan kurban, anda perlu memperhatikan beragam aspek, tidak sembarang sapi atau kambing yang bisa kita qurbankan.

Karena saat ini sudah memasuki era digitaliasi bahkan membeli sapi atau kambing pun bisa melalui jalur online. Ini juga sudah menarik dan banyak yang mencobanya, tapi sangat dianjurkan untuk membeli lagsung agar bisa melihat kondisi terakhir dari hewan yang anda beli. Bagaimana cara membeli hewan Qurban yang bagus? Mungkin anda perlu membaca ulasan singkat di bawah.

  1. Pertama adalah pilih yang umurnya minimal dua tahun jika anda beli Sapi, dan minimal berumur satu tahun jika anda mau beli kambing.
  2. Lalu perhatikan bagaimana kondisi fisiknya, lihat matanya yang jernih dan tidak sayu.
  3. Lihat bagian tubuh hewan qurban tersebut yang berlubang, jangan beli yang ada darah yang keluar dari bagian mulut, hidung, telinga hingga duburnya.
  4. Belilah hewan qurban yang kulit dan bulunya halus atau tidak dalam kondisi cacat.
  5. Perhatikan kuku-kukunya, tampak cerah atau tidak. Pilihlah yang cerah karena itu juga salah satu ciri-ciri hewan qurban yang sehat.
  6. Jangan beli hewan kurban yang diternak di tempat pembuangan sampah karena berpotensi mengandung bahan berabhaya bagi tubuh yang akan mengkonsumsinya.

Intinya adalah tips membeli hewan kurban wajib memilih yang sehat, usianya sudah cukup umur dan tentunya dibeli dengan uang yang halal. Jika anda punya utang belum lunas, harap lunasi dulu utangnya sebelum berqurban dan jika anda memperoleh uangnya dari jalur yang tidak benar maka coba renungkan dulu karena tentu saja amalan ibadahnya tidak akan diterima. Semoga kita semua diberi kesempatan untuk berkurban dan hari ini masih tetap sehat untuk bekerja dan mencari rezeki yang halal.

Jasa Aqiqah Cikarang

Jasa Aqiqah Cikarang. Warung Aqiqah Siap membantu anda untuk memberikan paket aqiqah dengan layanan terbaik untuk buah hati anda. Aqiqah mudah sesuai sunah.

Laksanakan aqiqah pada hari ketujuh setelah lahiran. Jika tidak bisa anda bisa memilih opsi dihari ke 14 21 dan seterusnya setelah kelahiran. JasaAqiqah cikarang siap membantu tasyakuran aqiqah buah hati anda.

AQIQAH ADALAH IBADAH, KAMI MENGERTI UNTUK IBADAH HARUS DENGAN CARA YANG BAIK SESUAI TUNTUNAN

Syarat kambing aqiqah di JasaAqiqah Cikarang

“Janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah, Kecuali jika terasa sulit bagi kalian, maka sembelihlah Jadza`ah dari domba.” ( HR. Muslim no. 1963)

Ringkasnya , ketentuan umur hewan aqiqah yang pas untuk aqiqah Kambing 1 tahun & Domba Minimal Umur 6 bulan.

 

Jasa Aqiqah Cikarang menyediakan kambing aqiqah sampai pengolahan. MAU AQIQAH SPESIAL DIHARI KETUJUH

bromoweb
bromoweb
bromoweb